Friday, June 1, 2012

Rainbow after the rain

Manusia diciptakan berpasang-pasangan, ada pria dan ada perempuan, ada perempuan dan ada pria, ada pria dan ada lelaki (lah?) tapi, gak cuma itu doang. Manusia juga diciptakan berpasang-pasangan, ada sedih ada bahagia, ada gundah ada keyakinan, ada resah ada kepastian, ada keputusasaan pasti ada ketangguhan. Tingal pilih, mana dulu yang mau dialamin. Mau seneng dulu terus sedih, atau mau sedih dulu baru seneng. kalo gue sih lebih milih sedih dulu baru seneng, menderita dulu baru bahagia. Sama yang seperti sekarang sedang gue jalanin. Kadang gue merasa aneh dan sedih sama hidup gue sendiri, tpi kadang gue merasa bergairah (naon sih dit -.-) alias bahagia dan mensyukuri apa yang udahgue dapet. Gak tau siih, mungkin guenya juga yang rada ababil sama perasaan gue dan hidup gue. Ga ngerti juga sih ya, ya beginilah gue, SEBELUM gue belajar untuk sabaar dan percaya bahwa di balik penderitaan pasti ada kebahagiaan, dan di balik batu pasti ada udang.

Gue sih saat ini mencoba untuk jadi apa adanya. Mencoba menjadi diri gue yang sesungguhnya. Ga ada deh tuh malu-malu lagi atau nyembunyiin apa yang sebenernya pengen gue kemukakan, emang sih jatdinya extrovert, tapi lebih baik dibandingkan lo memendam apa yang ada di hati lo dan nantinya lo sendiri yang kesiksa karena lo ga bisa ngeomongin unek-unek di otak lo. Ya sama aja kayak lo mau boker. Gak enak kan kalo gak dikeluarin semuanya? Makanya, gue lebih milih omongin apa yang emang pengen gue omongin dibandingin diem. Bahaya sih kadang, soalnya gak semua orang bisa nerima pendapat kita, tapi di saat kita percaya apa yang kita omongin itu benar, nggak usah takut buat berbicara. SPEAK UP!

Itu juga mungkin yang menyebabkan gue jadi merasa lebih plong, lebih bahagia. Kadang ya emang sih gue merasakan penderitaan kalo gue memborbadir orang dengan pendapat dan opini, serta kritikan yang tentu aja membangun yaa (baca: bikin orang pengen bunuh gue), ya kadang gue dimusuhin lah, dicaci maki lah, dibombardir balik sama kacang atom garuda lah, ya pokoknya gitu lah. Tapi ya itu menurut gue lebih abaik, dibandingin gue cuma diem dan mendem rasa gak suka gue sama konsep tuh orang, jatohnya, gue jadi males kerjasama bareng doi, nah kalo diomongin semuanya kan jadi enak, jadi bisa saling mengerti. Siapa tau semuanya salah paham dan masalahnya cuma di persepsi masing-masing individu aja yang beda, iyakan? Kalopun masalahnya besar kan jadi bisa diomongin baik-baik daripada nantinya cuma bisa mendem doang sampe gatau kapan.

Bahagia itu tercipta ketika kita ikhlas melakukan segalanya. Asik banget kan bahasa gue. Kenapa gue bilang gitu? Karwna ketika kita udah ikhlas ngelakuin sesuatu, maka rasa bahagia itu bakalan muncul dengan sendirinya. Makanya,gue berusaha untuk nggak pernah ngeluh sama apa yang gue kerjain, kenapa? Karena mengeluh itu cuma bisa membesarkan masalah aja, jadi ya mendingan udahlah, ikhlas aja sama apa yang kita kerjakan sekarang. Gitu loooh. Kayak hmmm tugas deh contohnya. Kadnag kan kita suka ngedumel tuh kalo dikasih tugas. Naaah sikap kayak gitu yangs anagt gue hindari. Jadi gue lebih milih diem,tarik napas panjang, dan oke, mulai ngerjan tugas itu, tentunya semaksimal dan semampu gue. Nah, dengan begitu, gue baalan lebih bahagia pas selesai ngerjain tugas itu, karena gak cuma hasil jerih payah gue buat ngerjain,tapi juga hasil jerih payah gue buat IKHLAS mengerjakan tugas2 itu. Gituu loooh.

posted from Bloggeroid

Friday, May 25, 2012

Jelaga

Bukan jenuh, lebih tepatnya lelah. Semester dua ini bisa dikatakan sebagai salah satu semester yang paling gue nanti-nantikan dan sekaligus paling terkutuk. Gila bro, ntu tugas numpuk kagak ada matinya. Kalo kata bu indi (dosen cantik yang mukanya sebelas duabelas sama gue) ibaratnya mah kayak nyamuk, tiba2 aja dateng gak diundang dan gak dipengenin sama sekali. Udh seneng2 karena tugas kelar eh muncul lagi tugas yang lain. Ampun pisan.

Ya tapi bagaimanapun juga ya sebagai mahasiswi yang berbakti kepada dosen, nusa, dan bangsa, gue harus bisa bersikap profesional dan menjadi mahasiswi yang adil dan beradab terhadap tugas2 yang maaf, biadab. Belom lagi masalah sosial. Dih sok banget yak omongan gue, masalah sosial. Tapi emang bener kok,konflik mahasiswa itu kalo nggak tugas ya masalah pertemanan atau masalah2 yang berhubungan sama perosalan lingkungan sosialnya. Gue misalnya, banyak dapet tugas kelompok yang pastinya harus gue kerjain barengan kelompok gue. Tapi ada aja nanti masalah yang dihadapi. Perbedaan pendapatlah, ini lah, itu lah, kadang sampe pengen perang dunia lagi aja sama mereka.

Gue, sering mengalami itu. Kenapa? Karena gue adalah tipe orang yang gak sabaran, pengen tugas gue cepet selese, ga peduli gimanapun kondisinya. Dan hal tersebut beberapa kali mengganggu hubungan harmonis yang telah gue bina selama dua semester sama temen2 gue. Kadang gue suka lupa juga merhatiin kesibukan mereka dan sedikit menuntut mereka untuk follow up terus tugas kelompok itu. Jadi ya apa daya, gak jarang gue dapet sunggingan senyum jutek atau muka asem mereka ke gue. Kadang gue sampe gak enak sama mereka karena harus, mau gak mau, menegaskan deadline tugas yang biadab itu ke mereka. Ya gue sih berharap semoga mereka menyadari kalo yang gue lakuin itu ya buat merekz juga, karena gue sayang sama mereka dan gak mau sampe dibilang gak peduli sama tugas ataupun sama mereka, karena kan ntar juga kalo nilainya bagus buat kita bareng2 dinikmatinnya, bukan buat gue doang, iya kaan?

So btw, di tulisan ini gue bener2 pengen minta maaf juga deh sama temen2 gue yang sering kena omelan gue soal tugas. Maap yaah, gak pernah bermaksud untuk bikin kalian bete. Semua ini aku lakuin demi kalian kok. Hiks hiks hiks. Semoga kalian bisa ngerti dan maafin gue yaaa guys hahaha.

Ah, udahan ah bete betenya, gue kebelet boker. Bye bye

posted from Bloggeroid

Tuesday, December 13, 2011

Regretness

Penyesalan tidak datang terlambat. Penyesalan selalu datang tepat waktu ketika kita merasa bahwa kita sudah cukup berusaha melakukan yang terbaik namun hasilnya tak sesuai dengan harapan kita. Penyesalan meruntuhkan semangat kita. Melambungkan harapan kita setinggi langit kemudian meledakannya dengan cepat. Penyesalan membuat kita merasa enggan untuk kembali mencoba. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menarik kita menuju kutub kesendirian yang begitu sempit. tak ada ruang untuk kita bergerak. Yang ada hanyalah rasa ingin segera pergi meninggalkan semua hal yang telah terjadi, memutar kembali waktu kepada titik dimana kita berada sebelum penyesalan itu muncul.

Penyesalan adalah kriminal. Penyesalan hanya akan menusuk otak kita dan membuatnya berhenti bekerja untuk berpikir apa yang seharusnya kita lakukan selanjutnya. Penyesalan mencoba untuk menguasai seluruh organ tubuh kita hingga kita tak akan mampu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Ia akan mencegah kita untuk berjalan, apalagi berlari meninggalkannya. Penyesalan membuat kita merasa ingin menjadi sebuah batu yang hanya diam tak bergerak, tak mengalami masalah apapun, tak merasakan apapun, namun tak akan berarti apa-apa pula bagi dunia. Penyesalan membuat kita berpikir bahwa semuanya telah terlambat, dan tak ada lagi celah untuk memperbaiki semuanya.

Penyesalan adalah suatu pembodohan diri. Penyesalan hanya akan membuat air mata terburai sia-sia dan kemudian hilang. Penyesalan membuat kita percaya bahwa kita adalah makhluk lemah yang tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi setelah ia muncul. Penyesalan hanya menyisakan kegalauan jiwa yang sulit untuk dilepaskan. Bahkan lebih hina dari patah hati sekalipun.

Penyesalan adalah pemberi harapan palsu. Tak ada satupun hal yang dapat kita raih hanya karenanya. Tak kan ada piala, pujian, bahkan piagam penghargaan yang akan diberikan kepada mereka yang telah mengalaminya. Hiburan mungkin iya, tapi ayolah, apakah kita hanya seonggok bayi yang akan tertawa hanya karena senyuman seorang badut?

Tuesday, November 8, 2011

hari ngablu part 1

hari ini adalah, seperti biasanya, adalah hari ngablu. hari dimana para mahasiswi-mahasiswi gak jelas nongkrong di tempat beken daerah kampus mereka. termasuk saya, dan kawan-kawan (red: pasien-pasien gangguan mental) saya, talitha, sarah, dini, dan vira, pergi untuk menikmati siang hari yang galau di salah satu pusat hiburan di jatinangor *emang ada? ada emang? iya emang iya ada?

di sanalah kami kemudian memutuskan untuk menyantap sushi dua puluh ribuan yang rasanya pas-pasan namun membuat perut kenyang dan kantong senang. tapi gak pas-pasan juga sih menurut gue. sebagai anak kos-kosan yang tiap hari makannya cuma nasi goreng ato lumpia basah, bisa makan sushi adalah suatu keberuntungan yang mutlak. jadi, mau rasanya kayak sepatu pun kayaknya masih bisa ditoleransi laah..

tapi yang gak bisa ditoleransi adalah ketika kami memesan secangkir ocha dingin seharga empat ribu rupiah dan bisa di-refill.

talitha : "kok pait ya? kayak teh pait."
sarah : "eh ini teh tawar tau."
talitha : "teh tawar? iya ya? pait begini."
gue : "kagak ada rasa ochanya dah. ini teh tawar yak?"
talitha : "IYA. INI TEH TAWAR PAIT LOH. BUKAN OCHA. DAN INI EMPAT RIBU MEN. EMPAT RIBU."
gue, sarah : (ngeliatin cangkir sambil mikirin sisa duit di kantong)

anjrit, parah, bombastis, fantastis, elastis (kalo ada andra pasti dia langsung menggeliat joget-joget). gue masih bisa mentolelirlah kalo ocha yang disajikan itu ocha murah, ato malah metik langsung dari pu-unnya. tapi ini plis banget ya, kagak ada rasa ochanya bangeeet. apa jangan-jangan kalo di restoran itu ocha artinya teh pait, bukan teh ijo? ato teh pait artinya ocha? ato gue artinya cantik? oke, yang terakhir itu fakta.

okeoke, lanjut ke sushi ya. habis itu kita pesen sushi dengan bentuk, isi, dan nama yang berbeda-beda pula. ada crunchy roll, california roll, greenagi, starterfire, sasuke roll, sakura roll belakang, naruto roll depan, dll. *ini gak penting sebenernya. sumpah gak penting*

ternyata rasanya, waah lumayan bangeeet. kalo menurut gue pribadi siih rasanya enaaak. tapi katanya vira punya dia rasanya agak aneh. ternyata karena dia nambahin wasabinya kebanyakan -____- untung kagak ditambahin teh pait sama dia. bisa mencret tuh anak.

dan kenapa ya, sushi itu pasti gak jauh jauh dari udang, ikan, kepiting, ato salmon? kenapa gak dalemnya ayam kfc gitu, ato burger mcd. kenapa porsinya dikit? kenapa gak satu porsi isinya 36 pieces gitu tapi harganya ceban? pasti gue betah dan kenyang sekenyangnya. dan pasti restorannya bangkrut. pasti.

jadi intinya, gue suka sushi. suka bangeeeet. dan gue gak akan pernah kapok makan sushi. apalagi kalo gratis. sumpah gue rela.

setelah puas muter muter di pusat hiburan jatinangor itu, akhirnya gue balik ke kampus buat ikutan mentoring CC, sementara talitha dan sarah kembali ke habitatnya masing masing, dan vira plus dini balik duluan karena kebelet boker -__-

sampe kosan kira-kira jam setengah 6, nelfon pacar deeeh. dan gue sempet tercengang juga karena pas lagi telfon pacar, ada sms masuk dari sarah. yang isinya:

dit, aris nanyain lo. gue jawab apa?

segitu pedulinyakah sang pacar sama gue? well, sebelumnya gue harus kenalin pacar gue dulu. namanya aris prasetyo. panggil dia aris, atau tyo, atau mawar, melati, apalah suka-suka lo. dia dua taun lebih bangkotan dibandingkan gue, dan jiwanya emang jiwa tua sih. buktinya kulitnya item *lah terus apa hubungannya dit* tapi, gue super duper sayang banget sama doi. kenapa? ehem, jadi curhat nih. yah karena hal di atas ituu. perhatiannya ke gue meluluhkan hati gue. menurut gue, seorang cowok yang mau nanyain kabar ceweknya sampe nge-sms temen temennya sang cewek adalah cowok yang peduli sama ceweknya. ato emang harusnya begitu? ya entahlah, yang jelas seperti kata Almarhum Chrisye, aku cinta diaaa. muaach :*

sayangbangetdehsamakaliankawankawandanpacarkusayangpacarkumalang


salam cium hangat-hangat kuku :*

Monday, November 7, 2011

after the long hibernate

HAAAAAAAY SEMUAAAAA!

waaaah alhamdulilah yaa sesuatu bangeeet. setelah sekian lama saya hibernasi dari dunia blogging karena persiapan UAN dan kawan-kawannya yang jahanam itu saya berhasil kembali ke sinii (sekali lagi alhamdulilah yaah, sesuatu sekaleee).

sebagai hasil dari Ujian Akhir Nasional yang akhirnya berakhir dengan sukses dan hampir menyebabkan wabah streptococcus stresus garusgarus uanus ke seluruh penjuru Indonesia, SAYA AKHIRNYA LULUS LOOOOOOH. UDAH BUKAN ANAK SMA LAGI LOOOOOH. HAYOOO HAYOOO LOOOOOOH. UDAH LOOOH. KELAR LOOOOH. UDAH DONG LOOOH. GAK BISA BERHENTI LOOOH. WAH CAPS LOCKNYA RUSAK LOOOH.


akhirnya penderitaan lahir dan batin saya terbebaskan...

nggak harus kapalan lagi tangannya gara-gara ngebuletin lembar jawaban. plis deh! emang gue cewek apaan suruh ngebulet-buletin begituan! #nyambunggak?gaknyambung?yaudah..

nggak harus ngehafal rumus-rumus fisika lagi yang keganjenan deket-deketin otak saya itu looh..

nggak harus susah-susah lagi beli map segede gramedia *lebay* buat nyimpen kertas-kertas soal latihan...

nggak harus nggak harus nggak harus..yah pokoknya yang susah-susah udah nggak harus lagi lah gitu weh.

dan Allah ternyata sayang sama gue. setelah berhasil lulus SMA dengan nilai yang menurut gue adalah suatu keajaiban *ini keajaiban alam..aku memercayainya..ini keajaiban alaaaam..teeeng*, gue berhasil lulus ujian snmptn dan akhirnya bisa menyatakan bahwa diri gue adalah bagian dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran :')

Kalo inget-inget lagi perjuangan gue kemaren, jujur gue jadi kangen dan kagum juga sama diri gue sendiri. kenapa? karena gak mudah buat mencapai titik seperti sekarang gue jalanin ini. makanya, gue sangat amat mensyukuri apa yang udah gue dapetin sekarang.

perjuangan gue bisa dibilang cukup panjanglah. dua bulan gue harus bisa ngerubah orientasi gue dari anak IPA yang sangat logis ke anak IPS yang kritis dan peka. bukan hal yang mudah saat itu. gue, yang notabene sering gaul dan nongkrong bareng sama rumus-rumus kimia, fisika, dan matematika ipa, tiba-tiba harus bisa adaptasi sama geng ekonomi, sosiologi, dan beberapa geng lainnya yang identitasnya disamarkan *alah, bilang aja lo lupa dit* *iya, emang gue lupa. terus kenapa? nyari ribut lo?!?* *udah ah kayak orang gila gue*

yaaah tapi semua itu emang susah untuk dilupakan, dan jangan sampai dilupakan. karena dengan mengingat perjuangan kita, kita akan jauh lebih mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan sekarang. sebab, gak semua orang bisa ada di posisi kita, hidup dengan segala kelebihan yang diberikan Allah kepada kita, dan bisa berbagi dengan orang-orang yang kita sayangi, serta menjalani hidup ini dengan semangat dan jiwa yang kuat.

oke, akhir kata, selamat menikmati kembali cuap-cuap gak berhadiah dari sayaaa. mohon maaf lahir dan batin, mohon maaf minyak tanahnya udah abis.

salam cium mesra hangat hangat kuku :*

Thursday, August 19, 2010

itu mobil siapa?

mama : "kamu lama banget sih ke toiletnya! mama udah nungguin daritadi sama papa tau gak! *siap-siap ngebuka pintu mobil*
gue     : *celingkukan nyariin bokap* "iya tadi aku udah ke sini tapi mamanya belom selesai. yaudah aku jalan-jalan dulu ke giant. *ngebuka pintu mobil.* "eh gak bisa dibuka. papa mana deh? buka dong ." 
mama  : "kamu tuh kebiasan banget deh ya! orang tua disuruh nungguin! lain kali kalo mama suruh tunggu di sini ya tunggu di sini lah. mama sama papa kan jadi harus nungguin kamu! mana bentar lagi buka puasa lagi! *emosi membuncah* "ADUH INI MOBIL KENAPA SIH GAK KEBUKA??" *berusaha ngebuka pintu mobil. emosi meluap. idung kembang kempis*
gue      : "ma, wait..wait.." *merhatiin body mobil.*
mama  : "kenapa sih?" 
gue      : "INI BUKAN MOBIL KITA MA." 
mama  : "eh?"
gue      : *kabur. pura-pura gak kenal*

Monday, August 16, 2010

papaku superstar lah

papa : "eh kak, kamu ketemu damas pertama kali di mana?"
gue  : "di cim pa, terus lanjut ke citos"
papa : "terus terus?"
gue  : "lah, terus apaan?"
papa : "ya terus pas ketemu ada kayak getaran-getaran asmara gitu gak?"
gue  : "oh damn. ya enggaklah papaa. apaan deeeeh" *muka malu-malu kucing*
papa : "aaah masaaaa? gak ada getaran-getaran cinta gitu kak?"
gue  : "errrrrrrr." *epilepsi*
papa : "eh, damas bisa kentut nggak kak?"
gue  : "YA KAGAK NORMAL LAH PA KALO KAGAK KENTUT MAH." *emosi*
papa : "bau nggak kentutnya?"
gue  : "ya mana kutahu."
papa : "pokoknya dia gak boleh kentut kalo ke rumah."
gue  : "lah, kenapa? emang papa gak pernah kentut gitu?"
papa : "ya kalo papa mah nggak apa-apa."
gue  : (berpikir dalam hati : ini bokap gue kejiwaannya ada gangguan ato gimana ya?)